loading…
Tembang emas rakyat di Zamboye, Republik Afrika Tengah, runtuh. Lebih dari 100 orang tewas terkubur dalam sekejap. Foto/Free Press Journal
Lebih dari 100 orang tewas setelah sebuah tambang emas rakyat di sebuah desa kecil di wilayah barat negara itu runtuh akibat tanah longsor. Mereka tewas terkubur dalam sekejap.
Tragedi ini terjadi Selasa sore di Zamboye, sekitar 50 kilometer dari Kota Baboua dan dekat perbatasan dengan Kamerun. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan longsoran pasir menerjang sekelompok orang, yang kemungkinan merupakan para penambang, dan menimbun mereka.
Baca Juga: Demam Emas Melanda Suriah, Penduduk Serbu Sungai Eufrat dan Dikaitkan Tanda Kiamat
Dalam pernyataan yang dikeluarkan jaksa setempat disebutkan bahwa banyak orang lainnya terjebak di bawah material longsoran. Pernyataan itu tidak menyebutkan jumlah korban tewas.
Namun, Gervais Ganagoroh, relawan Palang Merah yang terlibat dalam upaya penyelamatan, mengatakan kepada kantor berita Associated Press (AP) bahwa lebih dari 100 jenazah telah ditemukan dari lokasi runtuhan. Seorang pejabat senior asosiasi pertambangan setempat juga mengonfirmasi jumlah tersebut kepada Reuters, Jumat (21/8/2026).
Media lokal di CAR melaporkan bahwa pihak berwenang telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Jaksa kedua dari Baboua mengatakan kepada wartawan bahwa insiden tersebut diduga disebabkan oleh runtuhnya beberapa terowongan bawah tanah tempat para penambang bekerja.