Arsip Tag: Berpotensi

Gempa M5,1 Guncang Halmahera Barat Malam Ini, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

[ad_1]

loading…

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa itu tercatat pada Selasa (4/11/2025) pukul 22.58 WIB. Ilustrasi/Dok SindoNews

JAKARTAGempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang Halmahera Barat , Maluku Utara. Gempa itu tercatat pada Selasa (4/11/2025) pukul 22.58 WIB.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) episenter gempa di 1.88 LU dan 127.06 BT.

“Gempa Mag:5.1, 04-Nov-25 22:58:26 WIB, Lok:1.88 LU,127.06 BT (83 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT,” demikian keterangan BMKG.

Gempa tercatat terjadi pada kedalaman 20 kilometer. BMKG juga memastikan gempa ini tidak memicu adanya tsunami. “Tidak berpotensi tsunami,” pungkas BMKG.

(zik)

[ad_2]

Waspada! Siklon Tropis Bualoi Berpotensi Cuaca Ekstrem hingga Awal Oktober 2025

[ad_1]

loading…

Siklon Tropis Bualoi mempengaruhi dinamika atmosfer Indonesia saat ini. BMKG menyatakan siklon tropis ini terpantau di Laut Filipina tenggara Pulau Luzon yang bergerak ke arah Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum 75 knot. Foto: Dok Sindonews

JAKARTASiklon Tropis Bualoi mempengaruhi sistem dinamika atmosfer Indonesia saat ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan siklon tropis ini terpantau berada di Laut Filipina tenggara Pulau Luzon yang bergerak ke arah Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 knot.

“Siklon tropis ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan gelombang laut tinggi di sekitar wilayah utara Indonesia terutama Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip, Minggu (28/9/2025).

Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Wilayah Indonesia

Memasuki pekan terakhir September, wilayah selatan Indonesia berada pada masa peralihan atau periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Selama periode ini, hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada skala lokal umumnya terjadi saat siang menjelang sore hingga malam hari didahului udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

“Selain itu, faktor dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal turut memberikan kontribusi terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan,” katanya.

BMKG memprakirakan selama sepekan ke depan, pertumbuhan awan hujan yang signifikan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini dipicu interaksi berbagai faktor atmosfer pada skala global, regional, hingga lokal, yang mampu mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Aktivitas atmosfer tersebut berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat lebat,” ungkapnya.

[ad_2]