Arsip Tag: Lawan

Lawan Zambia di Laga Perdana!

[ad_1]

loading…

Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025: Lawan Zambia di Laga Perdana!

DOHA – Timnas Indonesia U-17 siap memulai perjuangan di Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Qatar. Skuad Garuda Muda tergabung dalam Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia, dengan laga perdana menghadapi Zambia di Aspire Zone, Doha, Selasa (4/11/2025) malam WIB.

Menjelang pertandingan pertama tersebut, penyerang Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, menegaskan tim dalam kondisi siap tempur. Pemain Bhayangkara FC itu optimistis Garuda Muda bisa memetik hasil positif pada laga pembuka.

“Untuk match awal kita melawan Zambia tentunya kita sudah banyak berlatih untuk kekurangan Zambia dan peluang-peluang kita yang bisa kita maksimalkan,” ujar Alberto dalam jumpa pers via Zoom, Senin (3/11/2025).

Garuda Muda telah melakukan persiapan matang menjelang turnamen ini. Di bawah asuhan pelatih Nova Arianto, mereka sempat menjalani pemusatan latihan dan tiga laga uji coba di Dubai, Uni Emirat Arab, melawan Paraguay (1-2), Pantai Gading (0-0), dan Panama (1-1).

Menurut Alberto, pengalaman melawan Pantai Gading menjadi modal penting karena karakter permainan tim asal Afrika mirip dengan Zambia.

“Kita sempat uji coba dengan Pantai Gading yang tentunya sama kayak Zambia dari Afrika juga, dari postur badan dan kecepatan. Jadi kita sudah adaptasi juga,” ucapnya.

Berikut jadwal pertandingan Timnas Indonesia U-17 di Grup H Piala Dunia U-17 2025:

Indonesia vs Zambia – Selasa, 4 November 2025, Aspire Zone, Doha

Indonesia vs Honduras – Jumat, 7 November 2025, Aspire Zone, Doha

Indonesia vs Brasil – Senin, 10 November 2025, Aspire Zone, Doha

(sto)

[ad_2]

Timnas Indonesia U-23 Jangan Anggap Remeh Lawan di Grup C SEA Games 2025

[ad_1]

loading…

JAKARTA – Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, optimistis dengan peluang Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 Thailand. Namun, dia mengingatkan Garuda Muda tidak anggap remeh lawan-lawannya di fase grup.

Berstatus sebagai juara bertahan, Timnas Indonesia U-23 tergabung dalam Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Bisa dibilang, Garuda Muda menjadi tim yang sangat diunggulkan dalam grup tersebut.

“Peluang Indonesia sangat terbuka di SEA Games karena merupakan juara bertahan. Artinya Indonesia jadi tim yang sangat diperhitungkan,” buka Kesit kepada iNews Media Group, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga: Indonesia Dilarang Gelar Turnamen Olahraga Internasional Buntut Penolakan Visa Atlet Israel

Menurut Kesit, tidak ada alasan bagi Timnas Indonesia U-23 untuk tidak menyapu bersih kemenangan di fase grup. Pasalnya, lawan-lawannya itu sudah kerap dihadapi Garuda Muda.

[ad_2]

Pemimpin Hizbullah Dorong Arab Saudi Bersatu Lawan Agresi Israel

[ad_1]

loading…

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem. Foto/anadolu

KAIRO – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, meminta Arab Saudi memperbaiki hubungan dengan kelompok bersenjata Lebanon tersebut dan membangun front bersama melawan Israel.Pernyataan pimpinan Hizbullah pada hari Jumat (19/9/2025) tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Israel di Lebanon selatan.

Qassem mendesak Arab Saudi membuka “halaman baru” dengan Hizbullah, berdasarkan tiga prinsip: dialog untuk menyelesaikan perselisihan dan mengatasi kekhawatiran, pengakuan bahwa Israel – dan bukan “perlawanan” – adalah musuh, dan “pembekuan perselisihan masa lalu”.

Ia menekankan, “Senjata perlawanan ditujukan semata-mata kepada Israel, bukan Lebanon, bukan Arab Saudi, dan bukan tempat atau pihak mana pun di dunia.”

Qassem memperingatkan, “Tekanan terhadap perlawanan hanya menguntungkan Israel, dan jika perlawanan tersebut disingkirkan, gilirannya akan datang bagi negara-negara lain.”

Ketegangan antara Arab Saudi dan Hizbullah telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan merupakan bagian dari persaingan yang lebih luas dan telah berlangsung bertahun-tahun antara Riyadh dan Iran, pendukung utama Hizbullah.

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang dipimpin Arab Saudi, melabeli Hizbullah sebagai organisasi “teroris” pada tahun 2016, dengan alasan keterlibatannya dalam perang saudara Suriah di pihak pemimpin yang kini telah digulingkan, Bashar al-Assad, dan dukungannya terhadap Houthi Yaman.

Genosida menjadi Solusi

Qassem menggambarkan Israel sebagai pos kolonial yang “didukung pertama oleh Inggris dan sekarang oleh Amerika Serikat”, dan menuduhnya telah mencapai “puncak kebiadaban”, melakukan kejahatan dengan dukungan penuh AS dan mengabaikan hukum internasional.

Qassem mengatakan, “Perang lunak, sanksi, dan Perjanjian Abraham semuanya gagal memberikan kemenangan cepat dan tegas yang diinginkan AS dan Israel, dan karenanya, bagi mereka, genosida menjadi solusinya.”

[ad_2]