Arsip Tag: Rawan

Kapolda Metro Jaya Bakal Gelar Patroli Gabungan Pantau Pohon Rawan Tumbang

[ad_1]

loading…

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan, bakal menggelar patroli gabungan untuk memantau pohon tua yang rawan tumbang. Foto/SindoNews

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan, bakal meningkatkan koordinasi lintas instansi. Hal itu untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang dan bencana lainnya di Jakarta dan sekitarnya.

“Kita akan berkolaborasi dan berkoordinasi secara intens dengan rekan-rekan instansi terkait, mulai dari TNI, pemerintah daerah, BNPB, hingga Basarnas,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Menurut Asep, patroli gabungan akan dilakukan untuk memantau dan mendeteksi lebih awal pohon-pohon yang sudah berusia tua atau berpotensi tumbang. Langkah tersebut diharapkan bisa meminimalisasi risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dan memastikan keselamatan masyarakat selama musim penghujan.

“Kita bisa patroli bersama untuk mendeteksi potensi pohon-pohon yang sudah tua, mana yang perlu kita waspadai. Dari tata kota provinsi bisa melakukan penebangan lebih awal terhadap pohon-pohon yang kita nilai mungkin akan tumbang saat hujan besar,” tuturnya.

Baca juga: Lagi, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jakarta

[ad_2]

Pemerintah Fokus Rehabilitasi Pesantren Tidak Mampu dan Rawan

[ad_1]

loading…

Menko PM Muhaimin Iskandar menyatakan pesantren harus memenuhi 3 kriteria untuk menerima bantuan rehabilitasi bangunan dari Satgas Penataan Pembangunan Pesantren. Foto Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tragedi Pesantren Al Khoziny. Foto/Dok.BNPB

JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan pondok pesantren harus memenuhi 3 kriteria sebelum menerima bantuan berupa rehabilitasi bangunan dari Satgas Penataan Pembangunan Pesantren. Tiga kriteria ini ditentukan agar bantuan yang diberikan berjalan cepat dan tepat sasaran. Dua kriteria awal yang harus dipenuhi adalah jumlah santri dan tingkat kerawanan.

“Jumlah siswa, siswi, santrinya harus di atas 1.000 santri. Yang kedua, memiliki kerawanan ancaman yang membahayakan kenyamanan belajar-mengajar,” kata Menko Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/10/2025).

Baca juga: Polda Jatim Tingkatkan Kasus Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Penyidikan

Ia menjelaskan setelah kedua kriteria awal telah dipenuhi, selanjutnya Satgas akan memberikan bantuan rehabilitasi bangunan langsung, jika pondok pesantren benar-benar tidak mampu.

“Yang ketiga, benar-benar tidak mampu untuk melaksanakan pembangunan. Kita bantu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin sapaannya menjelaskan bantuan rehabilitasi akan memiliki dua jenis yakni bantuan renovasi gedung hingga bantuan pembangunan ulang secara penuh.

[ad_2]

Pemerintah Siapkan Bank Tanah untuk Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

[ad_1]

loading…

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan mengatakan, pemerintah menyiapkan bank tanah untuk relokasi warga di daerah rawan bencana. Foto/SindoNews

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan bank tanah sebagai langkah antisipasi untuk relokasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana . Upaya ini melibatkan Kementerian Kehutanan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dengan tujuan mempercepat proses relokasi pascabencana.

“Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan juga ATR-BPN ini mengupayakan bank tanah untuk daerah-daerah rawan bencana,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Lilik mengungkapkan bank tanah ini bertujuan untuk mempersiapkan jika terjadi bencana melanda suatu daerah. Pasalnya, lokasi relokasi harus dipersiapkan jauh hari agar tidak menghambat penanganan pascabencana.

Baca juga: BPK Serahkan LHP ke Badan Bank Tanah, Pendorong Perbaikan Internal

“Karena untuk relokasi pascabencana itu harus cepat dilakukan dan tempatnya itu sudah disiapkan jauh-jauh hari. Jadi kalau selama ini masih terus untuk dikaji tempatnya di mana, ini terlalu lama. Jadi yang dipercepat adalah kita mendorong, tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Dirjen Planologi, mereka sudah menyiapkan beberapa tempat yang dimungkinkan untuk tempat relokasi. Ini menjadi penting,” tambahnya.

[ad_2]