[ad_1]

loading…
Warga menggunakan payung saat cuaca panas di Jakarta. Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto
Guswanto menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan suhu udara terasa lebih menyengat dari biasanya. Pertama, pergeseran semu matahari ke wilayah selatan Indonesia, yang meningkatkan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia bagian selatan.
“Minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan. Kemudian masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang biasanya ditandai dengan suhu udara yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu,” kata Guswanto kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: BMKG Pastikan Suhu Panas Jakarta Melebihi Laju Pemanasan Global
Guswanto menuturkan, pihaknya memprediksi bahwa cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan masuknya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan.
[ad_2]